Klassifizierung der Verben nach syntaktischen Kriterien - 1
Klassifizierung der Verben nach syntaktischen Kriterien
Verhältnis im Prädikat
Enine Klasifizierung der Verben unter syntaktischem
Aspekt erfolgt nach dem Verhältnis im Prädikat, nach dem Verhältnis zum
Subjekt, nach dem Verhältnis zu den Objekten, nach dem Verhältnis zu Subjek und
Objekten sowie dem Verhältnis zu allen Aktanten ( Kata kerja diklasifikasikan dari sudut pandang
sintaksis menurut hubungan dalam predikat, menurut hubungan dengan subjek,
menurut hubungan dengan objek, menurut hubungan dengan subjek dan objek serta
hubungan dengan semua aktan).
Hubungan dalam predikat (Vollverben
dan Hilfsverben)
Hubungan dalam predikat adalah Juere
menurut hubungan predikat, perbedaan diibuat antara kata kerja bantu.
Berikut ini akan saya cantumkan kata kerja Hillsverben (1 dan 2) dan Hilfsverben nahestehenden verben (3,4,5,6,7,8)
:
1. Hilfsverben,
die vorwiegend der Tempus dienen und zu sammen mit Infinitiv und Partizip II
vorkommen die dem Satzgliedcharakter nach grammatischer Prädikatsteile sind :
haben, sein, werden.
(Hillsverbs
yang utamanya melayani tense dan muncul bersamaan dengan infinitive dan past
participle yang merupakan bagian gramatikal dari predikat menurut karakter
struktur kalimatnya: haben, sein, werden)
2. Hilfsverben,
die eine Modalität (Fähigkeit, Notwendigkeit, Möglichkeit, Wunsch, Absicht,
Gewißheit, Vermutung u. a.) ausdrücken
und zusammen mit dem Infinitiv ohne zu verkommen (der dem
Satzgliedcharakter nach grammatischer Prädikatsteil ist) : dürfen, können,
mögen, müssen, sollen, wollen. (2.
Kata kerja bantu yang mengungkapkan modalitas (kemampuan, kebutuhan,
kemungkinan, keinginan, niat, kepastian, dugaan, dll.) dan, bersama dengan
infinitif tanpa degenerasi (yang merupakan bagian predikat gramatikal
dari kalimat): dürfen, können, mögen, müssen, sollen, wollen)
3. Verben,
die den Hilfsverben sehr nahe stehen und die nur zusammen mit einem infinitiv
(mit oder ohne zu) vorkommen (der seinerseits als lexikalischer Prädikatsteil
aufgefaßt wird) und in der Bedeutung den modeln Hilfsverben (2.) ähnlich sind :
bleiben, brauchen, scheinen, kommen, pflegen, wissen. (3. Kata kerja yang sangat dekat dengan kata kerja bantu
dan yang hanya muncul bersama-sama dengan infinitive (dengan atau tanpa to)
(yang pada gilirannya dipahami sebagai bagian leksikal dari predikat) dan
serupa artinya dengan model kata kerja bantu ( 2.): bleiben, brauchen,
scheinen, kommen, pflegen, wissen)
4. Verben,
die den Hilfsverben sehr nahe stehen, in einer bestimmten Verwendung nur
zusammen mit dem Partizip II vorkommen (das sich an der Oberflache wie ein
Prädikatsteil verhält, in der zugrunde – t
liegende Struktur jedoch eine gesonderte Prädikattion darstellt) und der
Umschreibung des Passivs dienen : Bekommen, erhälten, kriegen. (4. Kata kerja yang sangat dekat dengan kata kerja bantu
muncul dalam penggunaan tertentu hanya bersama dengan participle II (yang
berperilaku seperti bagian predikat di permukaan, tetapi dalam struktur yang
mendasarinya mewakili predikat terpisah) dan parafrase dari Serve secara pasif
: Bekommen, erhälten, kriegen)
5. Die
Funktionsverben, die ebenfalls den Hilsverben nahestehen und nur zusammen mit
einem nominalen Bestandteil (Substantiv oder Präposition + Substantiv,
die als lexikalischer! Prädikatsteil aufzufassen sind) vorkommen : bekommen,
bringen, erfahren, erheben, finden. Usw. ( Kata kerja fungsional, yang juga terkait dengan kata
kerja bantu dan hanya muncul bersama dengan komponen nominal (kata benda atau
kata depan + kata benda, yang harus dipahami sebagai leksikal! Bagian dari
predikat): bekommen, bringen, erfahren, erheben, finden. Usw)
6. Die
Phasenverben die auch den Hilfsverben nahenstehen und in dieser Verwendung nur
zusammen mit einem Infinitiv mit zu verwendet werden (der sich ein
Prädikatsteil verhält) : anfangen, beginnen, aufhären. Usw. (Kata kerja fase yang juga terkait dengan kata kerja
bantu dan hanya digunakan dalam penggunaan ini bersama dengan infinitif (yang
berperilaku sebagai bagian predikat) : anfangen, beginnen, aufhären)
7. Die
Kopulaverben, die ebenfalls den Hilfsverben nahenstehen und zusammen mit
Substantiv im Nominativ oder Adjektiv (seltener ; adverb) verkommen (die ihrerseits
Prädikative sind ) : sein, werden, bleiben (Kata kerja kopula, yang juga terkait dengan kata kerja
bantu dan merosot bersama dengan kata benda dalam nominatif atau kata sifat
(lebih jarang; kata keterangan) (yang pada gilirannya adalah predikat) : sein,
werden, bleiben)
8. Einige
Verben, die eine änhliche Bedeutungen wie die Kopulaverben haben, jedoch mit
einem Akkusativ des Substantivs vorkommen (als lexikalischer Prädikatsteil) :
bilden, bedeuten, darstellen.(Beberapa
kata kerja yang memiliki arti yang mirip dengan kata kerja kopula, tetapi
muncul dengan kata benda akusatif (sebagai bagian leksikal dari predikat): bilden,
bedeuten, darstellen).
Komentar
Posting Komentar